Senin, 01 Desember 2014

Budidaya Jahe Merah, Menanam Emas di Ladang Sendiri

Jahe Merah (Zingiber Officinale)  baca juga jahe merah. sangat mudah dibudidayakan, banyak cara untuk membudidayakan jahe merah. Mulai dengan pakai polybag, karung, dan bedengan (guludan). Dari berbagai cara tersebut semua sama tinggal bagai mana teknologi budidaya yang kita lukan. Dengan perawatan yang sama akan menghasilkan jahe merah yang relatif sama.
Pertama kali yang kita lakukan untuk memulai usaha jahe merah adalah menentukan media tanam, menggunakan polybag, karung, atau bedeng, dengan pertimbangan keberadaan lahan. Jika memang kita tidak mempunyai lahan yang cukup lebih baik menggunakan polybag, karena dengan polybag bisa ditaruh disamping rumah, di teras, atau dll, karena tidak memerlukan tempat kusus. Jika kita memiliki lahan yang memadai lebih baik dengan cara bedeng. Disini kami akan membahas bagai mana cara budidaya jahe di bedeng.
Langkah kedua; memilih bibit jahe. Bibit jahe yang baik adalah jahe yang sudah berumur lebih dari 12 bulan, atau jahe yang sudah tua, dengan ciri kulit jahe merah marun, tanpa ada luka dibagian kulit jahe, sudah mulai tapak tumbuk mata tunas kecil dalam rimpang jahe. Kualitas jahe berpengaruh pada prosentase tumbuh bibit jahe.
Langkah ke tiga; menyemai bibit jahe dengan estimasi untuk tanam 1.000 batang, kita siapkan bibit jahe 15 kg, lalu angin-anginkan bibit jahe tersebut sampai layu (tidak sampai kering) setelah layu potong-potong rimpang jahe ± 5 cm, dengan catatan minimal ada 2-3 mata tunas, jika tidak ada mata tunas potongan jahe bija lebih panjang. Setelah jahe dipotong-potong dimasukan dalam media semai. Untuk media semai gunakan tanah dicampur pupuk organik dengan perbandingan 2:1, media semai yang sudah siap masukkan dalam kotak dengan ukuran 100 x 50 x 10 cm setebal 5 cm, lalu tata potongan jahe diatasnya dengan dengan jarak antar jahe ± 1 cm satu lapis potongan jahe, jangan sampai jahe bertumpukan. Setelah itu tutup dengan media semai setebal 2 cm. Taruh kotak semai di tempat yang teduh, dengan intensitas matahari langsung sekitar 30 %. Sirami secara rutin sampai tunas jahe tumbuh. Setelah tumbuh 3-5 daun, bibit jahe sudah bisa dipindah kedalam media tanam. Waktu yang dibutuhkan untuk semai jahe antara 1 – 2 bulan. Tingkat tumbuh bibit jahe yang bagus berkisar antara 80 – 95 % tergantung pada saat memilih jahe dan perlakuan saat menyemai.
Langkah ke empat; menyiapkan media tanam. Buat bedeng (guludan) dengan tinggi 30 cm lebar 1 meter, jarak antar bedeng ± 50 cm, panjang bedeng disesuaikan dengan kondisi lahan. Bedengan untuk tanam jahe merupakan campuran tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 2:1. Biarkan bedengan sekitar 1 minggu, setelah satu minggu media tanam siap ditanami. Catatan untuk tanah yang lengket (Tanah liat, lempung) media tanam yang baik tanah:pasir:pupuk adalah 3:1:2, fungsi pasir untuk mengurangi kelengketan tanah. Untuk menanam 1.000 batang bibit jahe dibutuhkan bedeng seluas 70 m².
Langkah ke lima; menanam bibit jahe dalam media tanam. Buat lubang tanam di bedeng yang sudah disiapkan dengan jarak tanam 30 x 30 cm, kedalaman lubang ± 6 cm, lebar lubang disesuaikan dengan ukuran rimpang jahe. Seperti dalam gambar. Setelah lubang tanam siap, masukan bibit jahe kedalam lubang lalu tutup lubang denga tanah dan pupuk (media tanam).


 Posisi Lubang Tanam pada bedeng

Langkah ke enam; perawatan. Setelah bibit jahe tertanam kunci keberhasilan budidaya jahe merah adalah perawatan. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah pembersihan gulma / rumput dengan dicabuti. Penyiraman dilakukan apabila kondisi bedeng kering, tanaman jahe sangat butuh air tapi tidak boleh becek dan lembab. Pemupukan dilakukan dengan kocoran/semprot menggunakan pupuk organik, dilakukan 2 minggu setelah tanam dan berulang setiap 2 minggu sekali sampai tanaman berumur 2 bulan, setelah tanaman berumur 2 bulan lakukan pemupukan dengan periode 1 bulan sekali. Komposisi penyemprotan tergantung dengan pupuk organik yang disunakan, sesuaikan dengan petunjuk masing-masing pupuk organik karena berbeda –beda. Selain pemupukan juga penambahan tanah media, setelah jahe tumbuh dan berkembang rimpang jahe akan muncul kepermukaan. Jika hal demikian terjadi maka yang harus dilakukan adalah dengan penambahan media tanam dengan ketebalan sampai jahe tertimbun ± 2 cm. Penimbunan ini dilakukan dengan media yang sama dengan media tanam. Tujuan dari penimbunan ini agar jahe yang muncul dipermukaan tidak busuk dan mudah berkembang.
Yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan jahe merah, tanaman jahe butuh sinar matahari dengan intensitas 50 – 60 % dan butuh air tetapi tidak sampai beeck dan lembab. Untuk mengatasi hal tersebut jika diperlukan bisa dilakukan dengan cara pemasangan paranet di atas bedeng setinggi ± 2 m. Fungsi paranet untuk menahan terik matahari pada musim kemarau dan menahan curah hujan yang tinggi pada musim penghujan. Dengan paranet air hujan tidak langsung mengenai tanaman dan media tanam sehingga media tanam tidak mudah padat.
Langkah ke tujuh; pemanenan. Jahe merah dapat dipanen pada usia 8 – 10 bulan tergantung permintaan pasar. Jika hanya unutk kebutuhan konsumsi bisa dipanen pada usia 6 bulan. Akan tetapi semakin muda usia jahe dipanen beratnya semakin ringan, semakin tua usia jahe semakin banyak rimpang jahenya dan tentunya semakin berat. Untuk memanen jahe, 2 minggu sebelum waktu panen yang kita tentukan potong semua batang jahe, potongan batang jahe biarkan diatas bedeng, ketika batang jahe sudah mengering, dan bisa dijabut (lepas) dari rimpang jahe, jahe sudah siap dipanen. Untuk memanen dengan cara membongkar bedeng pisahkan jahe dengan media tanam. Bersihkan jahe dari akar dan tanah yang menempel pada rimpang jahe. Setelah bersih jahe siap dijual kepasar. Jika tanaman jahe terawat bagus dalam 10 bulan satu bibit jahe bisa menghasilkan minimal 1 kg jahe. Jika hasil kurang dari itu maka tanaman jahe kita masih kurang maksimal
Catatan: jika kita memanen jahe untuk bibit lakukan pemanenan setelah usia jahe diatas 12 bulan. Lakukan pemanenan dengan hati-hati, jangan sampai rimpang jahe luka (kulit jahe terkelupas) karena pada rimpang jahe yang terkelupas pada saat penyemaian akan mudah membusuk.
Gunakan selalu pupuk organik untuk pemupukan jahe merah, ingat tanah disekitar kita sudah banyak yang rusak karena perlakuan kita yang kurang bijaksana dalam penggunaan bahan kimia. GO GREEN..
Estimasi budidaya jahe merah untuk tanam 1.000 batang dengan asumsi perawatan bisa dilakukan sendiri
·         Jahe                  15 Kg             @ Rp. 15.000              = Rp.    225.000
·         Pupuk Padat    400 Kg            @ Rp.      600              = Rp.    240.000
·         Pupuk Cair           3 Lt            @ Rp. 50.000              = Rp.    150.000
·         Tenaga kerja       4 Hr             @ Rp. 50.000              = Rp.    200.000
·         Paranet             25 m               @ Rp. 15.000              = Rp.    375.000
·         Biaya penyemaian,                                                      = Rp.    210.000
Total biaya                                                                  = Rp. 1.400.000
Hasil budidaya jahe merah, 1.000 dengan asumsi menghasilkan 0,5 Kg jahe/batang dengan harga jual terendah Rp. 10.000/Kg maka  hasil budidaya jahe kita = 1.000 x 0,5 x 10.000 = Rp. 5.000.000,-
Hasil bersih Rp. 5.000.000 – Rp. 1.400.000 = Rp. 3.600.000,-


Jika kita setiap bulan bisa menanam 1.000 batang jahe, maka mulai bulan kesebelas kita punya penghasilan sebesar Rp. 3.600.000 / bulan. Dengan hasil sebesar itu kita bisa ibaratkan budidaya jahe merah seperti menanam emas dilahan sendiri.



Untuk pemesanan bibit Jahe daun 3 - 5 bisa hubungi Pendopo Anak Negri