Senin, 02 Maret 2015

Menyikap Tabir Keindahan Bumi Pasangsari


Curug Kleyor
PENDAHULUAN

Hubbul Wathon Minal Iman” Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Setidaknya hadis nabi inilah yang dapat kita jadikan acuan dalam bekerja mengabdi kepada Masyarakat, Nusa dan Bangsa. Mbangun Deso merupakan salah satu wujud implementasi cinta tanah air untuk mewujudkan kesejahteraan bersama  Kesejahteraan yang adil dan merata adalah salah satu dari cita-cita berdirinya Bangsa   ini karena kesejahteraan lahir dan batin merupakan hak dari seluruh bangsa Indonesia. Pemberdayaan masyarakat dalam pemerataan pembangunan di segala bidang terus diupayakan oleh pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah. Namun demikian upaya yang dilakukan oleh  Pemerintah tersebut belum bisa direalisasikan secara tuntas dan menyeluruh. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kendala dan permasalahan yang dihadapi sangat kompleks

Peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan teramat penting untuk diperhatikan, karena dari sekian luasnya masyarakat Indonesia lebih kurang 70% peduduknya masih menghuni wilayah pedesaan, dan ini akan menjadi tolok ukur dari segala kebaikan yang akan muncul dari sintesis yang ada dan akan menghasilkan paradigma yang komprehensif. Menuju Pasangsari Desa Wisata adalah Upaya percepatan pembangunan di wilayah Desa Pasangsari.

Menjadikan kawasan wisata sama halnya berbenah untuk menyambut kehadiran para tamu menyuguh para tamu menjadikan tamu betah dan ingin datang kembali serta memberikan oleh-oleh  untuk dikenang, Untuk itu kiranya perlu kami sampaikan gambaran wilayah serta potensi yang ada di Desa Pasangsari serta harapan dan impian Pasangsari kedepan.

KONDISI GEOGRAFIS

Secara Geografis Desa Pasangsari terletak di antara 110˚ 37’ 32” dan 110˚ 41’ 32” Bujur Timur, 7˚ 47’ 33” dan 7˚ 51’ 33” Lintang Selatan, dengan luas wilayah 403 Ha. Secara administratif pemerintahan, Desa Pasangsari berbatasan dengan :
a)    Sebelah Utara        : Gunung Giyanti
b)    Sebelah Timur       : Desa Ngepanrejo Kec. Bandongan
c)    Sebelah Selatan     : Desa Kalegen Kec. Bandongan dan Desa Balerejo Kec. Kaliangkrik
d)    Sebelah Barat        : Desa Tanjungsari dan Desa Wonoroto
Wilayah Desa Pasangsari secara topografi merupakan dataran tinggi karena merupakan kaki Gunung Sumbing dan berhadapan dengan gunung Giyanti, dan disebelah selatan ada Bukit Mujil. Kondisi ini menjadikan sebagian besar wilayah Desa Pasangsari merupakan daerah tangkapan air sehingga menjadikan tanah yang subur karena berlimpahnya sumber air.
Desa Pasangsari mempunyai iklim yang bersifat tropis dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan temperatur udara 22˚ C - 27˚ C. Desa Pasangsari mempunyai curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan banyak terjadi bencana tanah longsor di beberapa dusun.
Desa Pasangsari kaya akan mata air dan sungai. Terdapat 3 sungai  sedang diantaranya terdapat Air terjun dengan  jumlah debit maksimum 514 m3 /detik pada musim penghujan dan minimum 80,3m3/detik pada musim kemarau, serta 13 mata air dengan jumlah debit 509 liter/detik.
Dalam bidang administrasi pemerintahan, Desa Pasangsari dibagi dalam 13 RW dan 13 Dusun serta 32 RT.
Lebih dari setengah luas wilayah merupakan tanah pertanian yang subur dengan didukung irigasi non teknis. Keadaan jenis tanahnya dibedakan atas sawah, tegal, pekarangan, hutan, dan lain-lain.

Tata Guna Tanah di Desa Pasangsari
No
Jenis tanah
Luas tanah (Ha)
Keterangan
1.
Pekarangan
20

2.
Sawah
175

3.
Tegalan
110

4.
Hutan
55

5.
Perkebunan
19

6.
Lain-lain
24


KULTUR BUDAYA

Masyarakat Desa Pasangsari lebih dari 70% adalah petani yang kental dengan budaya Jawa Islam karena memang dahulunya banyak didatangi Oleh para Ulama’ dan pejuang islam, sehingga masih dijumpai Budaya Selametan dengan ritual ritual Islami seperti Peringatan Maulid Nabi, Suronan, Nyadran dan lain sebagainya dengan berpegang teguh pada Tradisi lama yang baik dan menerima tradisi baru yang lebih bermanfa’at. Disamping itu Masyarakat desa Pasangsari yang mayoritas Petani selalu nguri-uri  (menjaga, red jawa) budaya Gotong royong dan Kerukunan.

POTENSI  WISATA

Banyak hal yang bisa disuguhkan kepada tamu yang singgah di Desa Pasangsari antara lain :

a.           Exsotisme Panorama Alam Pasangsari
Subhanallah.... Tuhan telah menganugerahkan Bumi Pasangsari yang subur makmur gemah ripah loh jinawi dengan hamparan lahan pertanian ijo royo-royo tanaman padi, jagung dan berbagai macam tanaman palawija dari dataran rendah menatap ke dataran tinggi dan sebaliknya dari dataran atas ketempat yang lebih rendah  dilengkapi pemandangan pegunungan yang exsotis Gunung Giyanti disebelah Utara dan Gunung Sumbing disebelah barat terlebih jika naik ke puncak Giyanti kita akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat menakjubkan menatap keindahan alam ciptaan Tuhan sejauh mata memandang dan sekarang sudah ada akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 2. Tersedia juga ojek yang siap mengantarkan pengunjung sampai ke puncak Giyanti cukup dengan  Rp. 25.000.
b.          Air Terjun Curug Gleyor
Curug Gleyor terletak 300 m dibawah Dusun Brigasan Kidul, 400 m dibawah Dusun Kwayuhan Lor dan 700 m dari Dusun Cengkirangan. Ketinggian Air Terjun 15 m dengan  jumlah debit maksimum 714 m3/detik pada musim penghujan dan minimum 97,3 m3/detik pada musim kemarau

c.          Makam Auliya’.
Menurut riwayat nenek moyang bahwa wilayah ini dahulu dijadikan tempat persembunyian para pejuang Mataram yang lari dari kejaran pasukan Belanda beserta antek-anteknya, maka tidak ayal di wilayah ini banyak ditemukan makam yang diyakini sebagai makam para Auliya’ antara lain : Makam Simbah Kyai Ageng, Simbah Kyai Demang, Simbah Kyai Kedawung yang berlokasi di Dusun Kwayuhan, Simbah Sangkan yang berlokasi di Dusun Brigasan Kidul, KR Makno, Simbah Baha’udin, Simbah Kyai Kudi dan Simbah Kyai Klorod yang berlokasi di Puncak Gunung Giyanti dan makam ini sejak tahun 2003 selalu didatangi lebih dari 10.000 peziarah setiap Kamis ahir bulan Syawal.
Konon asal muasal Desa Pasangsari berkat Simbah Kyai Ageng yang dikejar Belanda bersembunyi dan bersemedi di sebelah timur Balai desa Pasangsari sehingga pasukan Belanda yang hendak menerobos wilayah ini terhadang pasangan Ri ( Pagar Duri ) sehingga membatalkan niatnya untuk masuk ke wilayah ini, Alhasil dari cerita Pasangan Ri tersebut dikemudian hari dinamailah Desa Pasangsari
d.          Kolam Pemancingan
Di dusun Cengkirangan banyak terdapat kolam pemancingan ikan meski belum di kemas secara  profesional, dan banyaknya sumber air sangat memungkinkan dikembangkaya budidaya ikan air tawar dan budidaya sidat, sebab di sekitar air terjun dulu banyak ditemukan ikan sidat

e.          Hasil pertanian
Hasil pertanian yang melimpah di Desa Pasangsari dapat dikembangkan menjadi Agrowisata dengan banyaknya Komoditas Unggulan para Petani Pasangsari antara lain :
·           Salak Pondoh Organik
·           Pisang Organik
·           Pepaya Organik
·           Padi Jawa Organik
·           Kopi
·           Cabe
·           Kobis
·           Jagung Manis
·           Dan aneka sayur mayur

Selai Singkong
f.           Kuliner, Kerajinan dan Olahan Hasil Pertanian
Ada banyak makanan yang menjadi kareman Masyarakat Desa Pasangsari yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi hidangan para tamu yang singgah di Pasangsari antara lain:
·           Rica-rica Marmut
·           Sego Megono
·           Sego Welut
·           Jadah, Wajik, Klemet
·           Selai Singkong
·           Getuk Jumandri
Gethuk Jumandri
·           Peyek Peto
·           Rileksasi Pijat urut
·           Sentra kerajinan Tusuk Sate
·           Kerajinan akar Bonsai


PENUTUP

Demikian gambaran dan topografi Desa Pasangsari kami   sajikan sebagai potensi pendukung Desa Pasangsari menuju Desa Berdikari Desa Wisata berbasis Ekonomi dengan harapan dapat dikembangkanya potensi yang ada antara lain :
1.     Dibangunya infrastruktur Jalan menuju lokasi Air terjun Curug Gleyor dan menuju Puncak Giyanti
2.          Pembenahan lokasi air terjun dan dibungunya fasilitas pendukung    
3.          Pembangunan Pasar Agrowisata dan lahan Parkir
4.          Dikembangkanya Kolam renang dan kolam pemancingan
5.          Dibangunya fasilitas penginapan yang memadai baik oleh Pemerintah maupun oleh Masyarakat

Menjadi berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas merupakan harapan yang sangat di cita-citakan oleh kita semua Oleh karena itu, besar harapan apa yang akan kami wujudkan nanti senantiasa dalam naungan Rahmad dan pertolongan Tuhan yang maha Esa serta dukungan penuh dari Pemerintah daerah dan Pemerintah pusat, dan dengan semangat gotong royong dan jiwa pahlawan dari seluruh lapisan masyarakat.



Created By : Pemerintah Desa Pasangsari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang