Rabu, 24 September 2014

Jahe Merah (Zingiber Officinale var Rubrum rhizoma)

Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum rhizoma)
Jahe (Zingiber officinale) merupakan tumbuhan atau tanaman rimpang yang fenomenal yang banyak digunakan sebagai bahan pelengkap dalam bumbu masakan dan obat. Rimpang jahe berbentuk jemari yang bergelembung pada bagian ruas-ruas tengah. Jahe merah memiliki rasa yang khas yakni pedas yang menghangatkan yang disebabkan oleh adanya kandungan kimia alami yakni senyawa keton yang bernama Zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi.
Jahe merah termasuk dalam tanaman berumbi yang juga termasuk dalam tanaman jenis jahe-jahean yang merupakan herbal yang sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jahe yang banyak dimanfaatkan adalah rimpang jahe karena pada bagian rimpang jahe banyak menyimpan kandungan senyawa alami yang memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa

Kandungan yang terdapat dalam jahe merah
  1. Gingerol dan minyak terbang, seperti limonene, 1,8 cincole, 10 dehydrogingerdione, 6 gingerdione,arginine, a-linolenic acid, aspartic, β-sitostrerol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenis acid, farnesal, farnesene, farnesl dan unsur pati seperti tepung kanji, serta serat-serat resin dalam jumlah sedikit.
  2. Volatile oil (minyak menguap), Non-volatile oil (minyak yang tidak menguap) dan pati.
  3. Minyak atsiri yang merupakan salah satu komponen senyawa yang memberikan aroma yang khas pada jahe merah. Di dalam minyak atsiri juga mengandung uraian senyawa seperti: n-nonylaldehyde, d-camphene, d-β phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, linalool, acetates dan caprylate, citral, chavicol dan zingiberene. Kesemua komponen yang termasuk dalam minyak atsiri sering digunakan untuk bahan baku dalam pembuatan jenis obat-obatan tertentu dan industri farmasi lainnya. Jika dihitung berdasarkan berat kering jahe merah mengandung minyak atsiri sebesar 2,58 – 2,72 %.
  4. Oleoresin termasuk dalam kelompok minyak yang tidak menguap yang terdapat pada jahe merah. Oleoresin yakni suatu unsur kimia pendukung yang memberikan rasa pahit dan pedas pada jahe merah. Pencapaian senyawa Oleoresin pada jahe sekitar 3 % namun tergantung dari jenis jahe, karena jahe ada yang memiliki persamaan dan perbedaan kandungan senyawa.


Khasiat Utama dari Herbal Kapsul Jahe Merah, antara lain :
  1. Untuk meredakan nyeri dan pegal linu
  2. Mengatasi ejakulasi dini
  3. Perangsang aktifitas dari saraf pusat
  4. Merangsang kemampuan bereksi
  5. Penguat fungsi hati
  6. Memperkuat sistem imunitas tubuh/kekebalan tubuh
  7. Meningkatkan produksi getah bening secara normal
  8. Mencegah kemandulan
  9. Memperkuat daya tahan sperma
  10. Merangsang perbaikan dan perkembangan syaraf-syaraf tubuh
  11. Penghangat tubuh
  12. Meregenerasi sel-sel kulit tubuh
  13. Mencegah proses penuaan dini
  14. Anestetik
  15. Mencegah dan mengobati masuk angin
  16. Obat pencahar atau obat untuk mengatasi sembelit atau BAB
  17. Antirematik
  18. Mengatasi radang tenggorokan (bronkitis)
  19. Untuk meredakan nyeri otot, alergi, nyeri haid, nyeri lambung
  20. Untuk meredakan sakit pinggang
  21. Mengobati pusing dan amandel


Berikut adalah beberapa contoh resep dari jahe merah yang patut untuk dicoba,
  • Jahe merah bisa digunakan sebagai obat batuk . Siapkan 3 ruas jahe berukuran jempol , dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Biarkan air hingga 1 gelas dan minum 2 kali sehari .
  • Jahe Merah bisa digunakan Sebagai Obat Sakit kepala . Siapkan 3 jahe merah lalu cuci hingga bersih. Kemudian bakar jahe tersebut dan memarkan. Setelah selesai segera campur dengan sedikit gula dan madu , kemudian tuangkan 1 cangkir air dan siap diminum.
Jahe merah tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki penyakit maag karena bisa memperparah kondisi lambung. Semoga manfaat jahe merah bisa terus dikembangkan.